Samarinda, night journey dari Islamic centre hingga Mahakam

Djoeragan Kopi

Penuh kejutan! Itulah senangnya saya berpergian bersama depik. Dia menemani saya berpergian ke kota di kalimantan selatan yang ingin saya tuju yaitu samarinda. Dimulai dari kegilaan teman-temannya malam itu, “yuk bagaimana kalau kita ke samarinda”. Wow!.

Mobil pun akhirnya dikendara dengan kecepatan optimal dan sampai di samarinda pukul 10 malam, tanpa ada tempat yang dituju. Depik dan kawannya pun mengunjungi temannya di sebuah warung kopi. Sudah penat beramah tamah hingga malam menjelang. Mobil pun dikendara berkeliling kota samarinda di malam hari, rupanya denyut perkotaan masih nampak di malam hari. Utamanya di  kawasan pesisir sungai mahakam yang masih dipadati kaum muda samarinda.

Gedung gubernur kaltim!

Tak lupa pula kita melewati gedung gubernur kalimantan timur, nampak megah dipenuhi lampu cahaya malam. Kita pun berkeliling seakan raja malam ini.  Bagian jalan yang lengang seolah tak bernyawa nampak pula di beberapa sisi dan dipenuhi dengan drum drum kosong di sekitarnya, namun di suatu sisi dipenuhi dengan hingar bingar kehidupan malam.

Kita memilih untuk meneduh di masjid yang tampak megah dan anggun dari sungai mahakam, yakni Islamic Centre Mosque.

Islamic centre, samarinda

Menara islamic centre

Bedug dengan bentuk tak bulat sempurna

Sampai subuh, kita hanya selonjoran di mobil dan kadang turun ke masjid untuk berkeliling mengagumi arsitektur modern yang tertata elegan di Islamic centre. Subuh dengan khidmat di dalam masjid samarinda pasti bukan pengalaman yang mudah untuk dilupakan. Sungguh khidmat dan tak disangka masjid itu sudah ramai dikunjungi jamaah saat subuh.

Sarapan nasi kuning di Samarinda

Sarapan di balikpapan maupun samarinda rupanya sama yakni Nasi kuning ! Nasi kuning yang dihidangkan di sebagai sarapan pagi di sebagian daerah kalimantan ini memiliki rasa yang tak se’medok’ nasi kuning kebanyakan yang beredar di area jawa.  Pelengkap lauk yang berat seperti semur daging ataupun bumbu bawang goreng dan serundeng yang tumpah ruah memiliki peran ‘lebih’ menyemarakkan lidah perut perut kelaparan di pagi hari. Terlihat kan betapa lelahnya kita semalam berpusing ria di samarinda,

Sungai mahakam serta kapal uap batu bara

Overnight tour kita di Samarinda kali ini diakhiri dengan pemandangan sungai mahakam yang manis dan tak lupa kapal uap nya.
(Annisa P. Pratyasto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s