Yuk, blogger perangi kelaparan dan kekurangan gizi di Indonesia bersama WFP!

Sebagai freelance journalist di majalah pangan, ini pertama kalinya saya liputan dengan menyandang nama sebagai Blogger! Tertarik? Jelas! Apalagi temanya yang berkaitan dengan pangan. Badan dunia dibawah PBB yang memiliki spesialisasi di bidang penyediaan pangan yakni World Food Programme (WFP) Selasa lalu (11/8/12), mengajak para komunitas blogger untuk turut serta memerangi kelaparan di dunia khususnya Indonesia. Acara yang bertajuk “Bloggers meet up : No Food = No Fun x No Future” ini berlangsung di kantor WFP Indonesia dan dihadiri oleh puluhan blogger khususnya yang bergelut di bidang pangan, termasuk diantaranya sang maestro kuliner, Bondan Winarno.

UN-WFP Bloggers Meet Up

“Support ur local product!” – Pak Bondan Winarno

Deputy Country Director, WFP Indonesia, Peter Guest menyebutkan bahwa WFP membantu program pemerintah dalam menangani sekitar 87 juta masyarakat Indonesia kelaparan yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut juga berkorelasi dengan isu besar yang menjadi program pemerintah kini yakni masalah Stunting (tubuh pendek) yang melanda 7.7 juta balita (36.5%) pada tahun 2007 dimana Indonesia menduduki peringkat kelima tertinggi di Dunia. Kita pun diajak bermain “color me hungry” untuk memetakan area mana saja di Indonesia yang rawan akan kelaparan. 

Color me hungry !

Mengutip hasil World Food Summit tahun 2006, Peter memaparkan bahwa ketahanan pangan akan tercipta ketika semua orang, di setiap saat mempunyai akses fisik dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman dan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan makanan mereka dan pilihan makanan untuk hidup aktif dan sehat. Hal tersebut berkaitan dengan tiga fokus utama WFP yakni ketersediaan pangan, akses pangan serta pemanfaatannya.

Peter Guest, Deputy Country Director WFP Indonesia

Tahukah anda? Gizi buruk selama 1000 hari pertama di kehidupan anak dapat menyebabkan kerusakan permanen terhadap otak dan tubuh anak sehingga potensi maksimum yang mereka miliki untuk masa depan yang cerah akan terhambat. Sementara itu, dimulai pada saat di dalam kandungan juga, terhambatnya pertumbuhan akan mengakibatkan anak-anak mengalami pendek tubuh meski terlihat normal. Konsekuensi jangka panjang dari pendek tersebut akan berdampak pada timbulnya penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung yang akan berdampak pada bertambahnya beban ekonomi dan resiko kematian. “Hasil scan otak anak umur 3 tahun juga memperlihatkan bahwa kekurangan gizi berdampak terhadap kosongnya sel otak yang bersifat permanen sehingga menyebabkan hilangnya SDM berkualitas” ungkap Peter.

WFP yang telah bekerjasama dengan 75 negara mendukung kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk mengatasi kekurangan gizi melalui penyebaran program kesehatan dan gizi ibu dan anak, pemberian makanan di sekolah, membangun komunitas ketahanan pangan di masyarakat. WFP juga tidak melulu berkutat dengan pangan impor seperti mie dan biskuit terigu sebagai bentu bantuannya. Kini WFP mulai menggalakkan pangan lokal seperti bubur, kolak, dan biskuit fortifikasi dengan campuran sagu dan kacang serta mencoba mengembangkan mie ubi jalar di Wamena, Papua untuk membantu mengurangi kelaparan di Indonesia sesuai dengan potensi lokal di masing-masing propinsi yang rawan kelaparan. Hal ini berdampak positif pada sustainibilitas kelangsungan ketersediaan pangan di Indonesia dan dibutuhkannya ide-ide segar dari food technologist seperti saya atau mungkin anda.

WFP mengharapkan blogger mampu menjadi solusi meningkatkan kesadaran masyrakat dengan menyebarkan informasi mengenai ketahanan pangan dan gizi tersebut dalam tulisannya sehingga masyarakat akan lebih paham dan peka terhadap kelaparan pangan yang akan berdampak negatif terhadap kelangsungan generasi masa depan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, WFP juga mengajak masyarakat dibantu oleh para blogger untuk menyebarkan permainan yang diwujudkan dengan donasi dimana satu pertanyaan dijawab dengan benar setara dengan mendonasikan 10 bulir padi. Permainan ini bisa dimainkan bersama di freerice.com. Yuk sama-sama jadi fighting hunger bagi adik-adik kita yang kelaparan di daerah terpenci, demi Indonesia yang lebih berprestasi!

(Annisa P. Pratyasto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s