Jelajah rasa di Balikpapan: Dari Pisang Gapit, Bingka kentang hingga Megali

Masih di balikpapan, mari kita menelusuri jejak kuliner disini. Berhubung saya hanya tiga hari menyentuh tanah borneo, tentunya masih banyak jajanan yang saya belum cicipi di Balikpapan.

Pisang gapit

Proses pembuatan pisang gapit

Pisang gapit ini sebenarnya dapat ditemui di sudut-sudut kota di balikpapan. Namun, biasanya sudah tak orisinil alias sudah dicampur dengan bumbu-bumbu western macam coklat dan keju.
Berdasarkan rekomendasi dari blog icip icip serupa, saya pun mengunjungi warung penjual pisang gapit yang letaknya di seberang pasar inpres kebun sayur balikpapan. tepatnya bersebelahan dengan toserba “Giant”.
Pisang yang diramu dengan saus gula merah serta campuran nangka ini memang sedap dan khas dari balikpapan. Pisang yang digunakan pun tidak asal dicampur begitu saja tapi diolah terlebih dahulu dengan bantuan penggepruk kayu dan dibakar setengah matang. Saus gula merah yang dipakai sangat kental sehingga meninggalkan rasa manis yang lama di lidah serta tentunya dengan aroma nangka penambah selera.

Sate Buaya

Ah, sebenarnya saya dilarang keras makan sate ini, jadi saya tak sekalipun berani mencicipinya. Stan penjual sate buaya ini ramai dikunjungi oleh pengunjung area penangkaran buaya teritip terutama saat wiken saat saya datang berkunjung. Rupanya sate buaya ini hanya dijual saat hari minggu saja di teritip, yang letaknya 40 km dari kota balikpapan. Makanan yang memang tak lazim dikonsumsi ini, dipercaya oleh sebagian orang dapat menambah vitalitas serta dapat mengobati gangguan pernafasan semacam asma.
Proses mengolah sate buaya sama seperti sate-sate lainnya. Setelah bau amis buaya dihilangkan dengan menggunakan air perasan jeruk nipis, potongan daging buaya lalu dimasukkan dalam adonan bumbu khusus. Berbeda dengan bumbu sate pada umumnya, bumbu sate buaya ini cukup lengkap, terdiri dari bawang putih, bawang merah, jahe, laos, ketumbar, garam, kecap dan penyedap rasa. Selama beberapa saat, daging diaduk agar bumbu meresap. Saat dibakar, sate buaya berbumbu khusus ini menyebarkan aroma yang sangat khas. Menurut sejumlah pembeli, aroma sate buaya saat dibakar sebanding dengan rasanya yang lezat. Hmmm..

Nasi Kuning Samarinda

Nasi kuning khas samarinda ini saya cicipi saat berkunjung ke samarinda. Ya iyalaaaah. nasi kuningnya khas dipadu dengan serundeng dan butiran kacang kedelai serta bumbu balado bisa ditemani dengan tambahan suwiran daging sapi, ayam, maupun telor. Nasi kuning bagi warga samarinda dan balikpapan rupanya sudah menjadi tradisi bagi mereka untuk teman sarapan. Biar terasa ke kalimantannya, saban pagi anda harus makan nasi kuning! U should try it!

Bingka kentang

“Bingka stall kuda” yang menjadi tujuan saya dan depik untuk mencicipi sajian bingka yang lain dari biasanya ini. Di tempat ini selain disajikan bingka, juga disajikan jajanan lain khas kalimantan. Harga per porsi sekitar 6000 rupiah saja per 2 bingka. Hmm. Bingka kentang lebih mengenyangkan dibandingkan bingka biasa karena, bahan baku kentangnya dan terdapat potongan kentang sebesar dadu di dalam tiap gigitannya. Manisnya pun pas hampir sama dengan bingka pada umumnya untuk masalah rasa! Teksturnya yang lembut bikin ketagihan nih.

Tuk U Tuk

Saya menemukan tuk u tuk hanya di warung seputaran daerah kos teman saya.tu u tuk ini mungkin serupa dengan roti goreng yang biasa ditemukan di jawa yang didalamnya berisi pisang maupun coklat. Rasanya pun serupa cukup manis dan glutemnya merupakan pemadam kelaparan yang ampuh. Mungkin hanya namanya saja yang berbeda dan asyik untuk dilagukan “Tuk u Tuk” haha

Megali

Sesungguhnya jajanan ini merupakan coincidence pertama saya di kalimantan, sembari menunggu ibu warung makanan dekat kos teman saya membungkuskan nasi kuning, saya berselancar di dunia maya. Dan bertemulah dengan tulisan sederhana yang kontennya berisi jajanan khas kalimantan bernama “megali”. Tiba-tiba, teman menyenggol, “Cha, mau beli jajanan tambahan gak?“. “Ini apa namanya ibu?,” ujar saya. “Oh ini megali dik“, ujar ibu itu lugas. Wah langsung otak saya memerintahkan untuk membungkus walaupun tak tahu rasa apa yang akan saya dapatkan.
Ternyata megali ini sejenis kudapan gorengan yang dibuat dengan campuran tepung tapioka, jagung, dan kacang ijo! Ya, KACANG IJO! agak kurang lumrah di lidah jawa. namun ternyata berpadu dan mengahsilkan rasa yang gurih. Enak! Sayang sekali, saya hanya beli dua biji. Diantara doyan dan kelaparan. haha

Kepiting lada hitam di Rumah Makan Torani

Rumah Makan Torani beserta kepitingnya

Akhirnya mencoba kepiting juga di tanah borneo, kepiting yang saya pilih memang bukanlah kepiting super hanya kepiting kecil. Namun, rasanya selangit karena super murah. Untuk mendapatkan kepiting sebanyak itu, hanya cukup merogoh kocek 50rb rupiah saja, bandingkan dengan di jawa beda banget ya… saya memilih bumbu lada hitam untuk teman bersantap kepiting. Dan rupanya saya tidak salah pilih, nikmat sekali.

Rumah makan Torani yang saya kunjungi rupanya adalah pendatang baru di dunia per-seafood-an di area borneo. Namun soal harga dan rasa bolehlah diadu. Disini kita bisa pesan seporsi kecil, cocok untuk disantap perseorangan. jadi harga pun bisa turut menyesuaikan. Sepiring sayur asemnya pun asamnya nonjok. selain itu, untuk sambal dan lalapnya pun bisa diambil sendiri. Sajian unggulan dari Torani selain kepiting, diantaranya adalah bandeng tanpa duri dan steamboat nya yang mencamtumkan aneka seafood. Karena, hanya datang berdua dengan kawan, dan dirasa cukup serakah bila mencamtumkan menu terbanyak. Kepiting lah yang menjadi pilihan saya.

Jalan-jalan di kalimantan khususnya di Balikpapan, masih banyak menu khas yang belum saya cicipi. khususnya mantau dan daging rusa. Ah serta durian murah dan ikan patin yang tidak sempat saya kunjungi dan icipi. Mungkin lain kali dan lain hari. Jika ada yang berbagi cerita boleh juga nih, apalagi berbagi kesenangan, cukup dengan kirim ke bogor ke area kediaman saya. Ditunggu cerita dan bingkisannya ya, para warga borneo!

10 thoughts on “Jelajah rasa di Balikpapan: Dari Pisang Gapit, Bingka kentang hingga Megali

  1. lia says:

    Abis baca wisata kuliner di balikpapan, saya jadi pengen pulang kampung lagi..

    • Annisa Paramita says:

      Thanks mbak sudah membaca blog ini. Iya, saya juga masih rindu balikpapan. Tak hanya kuliner, pantainya pun mempesona🙂

  2. novi says:

    wah berarti blm coba sop singkong ceker ya…mantap…aq orng asli borneo(balikpapan)..tp dibawa suami kesurabaya stlh menikah..bpp mmmg bkn kangen…jd kangen masakan mama

  3. ginotugino says:

    lhah sy malah baru di balikpapan. n belum coba-coba itu semua, ntah kapan ada yg mau nemenin hunting… apalagi manis n enak buat ngorol… cocok dah.

  4. indah says:

    ralat sedikit tuk u tuk yg bener penyebutannya untuk-untuk dan megali yang bener itu mageli..

  5. Hana says:

    mantau dan daging rusa yg pernah saya cicipin dan emang bener2 enak, di hotel blue sky… asli enak! apa yg lainnya tau tempat enak lainnya?

  6. rendy says:

    coba deh Ayam Cobek di restoran Dapur Cepot, maknyusss bener dah. Di daerah batakan-Balikpapan…tempatnya cozy juga nyaman deh pokonya kayak makan di kampung soalnya restorannya di atas kolam gituh.🙂

  7. alwan says:

    Rendy, promosi ya he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s