Borneo Trip – Balikpapan, Feel like Backpaker!

Sampai di bandara sepinggan!

Diawali dari celotehan Depik tahun lalu, “Yuk cha ke balikpapan, ntar seluruh biaya akomodasi dan makan disana, aku tanggung dah“.  / Saya hanya bisa mengentengkan celotehan asalnya saat itu dan menimpalinya  “Ah serius, pik. Mana mungkin saya sampai di kalimantan. Nyampe disana aja sejuta pp. Rugi bandar dong“.

Dan tiba-tiba setahun berikutnya, Allah mendengar dan memberikan tiket citilink promo di tangan saya. Aih lebay. Maksudnya via pertempuran melawan konsumen-konsumen lainnya di  jagat maya. Saya berhasil dapat tiket ke balikpapan 240 ribu pp. Huray!

Thanks citilink atas tiket promonya.

Kesempatan ini tentu tak saya sia-siakan untuk menagih janji ke Depik. Untunglah teman saya ini tetap berkomitmen membahagiakan temannya sampai disewakan mobil segala dan plesiran ke samarinda. Ah gak habis-habis ucapan terimakasih buat teman saya ini beserta teman-teman sekantornya yang udah ngebelain nyetir panjang semalaman.

Balikpapan !

Yang unik dari balikpapan adalah jalannya yang lurus dan besar, benar-benar tak seperti bayangan saya yang mengira bahwa balikpapan terdiri atas hutan hujan tropis yang sangat mewah. Selain itu terdapat jalan tambang yang dipenuhi dengan pabrik-pabrik migas bercokol disana. Ah sayangnya saya agak buruk dalam mendokumentasikannya maklum dalam kondisi berkendara.

Selain itu, Kota ini dinobatkan pula sebagai kota terbersih se-asia tenggara mengalahkan posisi singapura. Bujubuneng!

Bagaimana tidak bersih, rupanya di Balikpapan kotanya selalu dibersihkan dan disiram tiap pagi dan sore oleh petugas kebersihan. Pemerintah nya super baik hati ya.

Budaya dayak

Yang tak boleh dilewatkan pula adalah budaya dayak serta kulinernya yang ciamik pula. Durian dan keriting yang paling murah dapat anda temukan di kota kilang minyak satu ini. Akan tetapi yang paling bikin miris, walaupun tinggal di kota kilang minyak. Sarana POM bensin rupanya jarang sekali ditemukan dan menimbulkan antrian yang mengular disini.

Baru saya tahu di kemudian hari rupanya minyak yang ditambang di kalimantan rupanya harus diolah terlebih dahulu dan di bawa ke pusat sehingga, lebih tersentral di area jawa. Wah kaum jawa dan termasuk saya rupanya termasuk golongan maruk alias mau untungnya saja ya. pftt.

Balikpapan juga surganya pantai dan budaya warganya yang suka berkumpul di pinggir pesisir. Ah damainya! Oh iya, yang paling tak saya lupakan dari promo yang saya dapatkan ini.

Saat pulang, saya yang hanya berkaos dan berjins serta beransel sendirian pula di bandara layaknya mahasiswa (eh, emang masih mahasiswa) disapa bapak dan ibu yang telah berumur “Wah, ngabisin duit receh ya ke balikpapan?” . / Saya pun membalas, “Eh, iya pak kebetulan dapat tiket murah kemarin dibawah 250ribu PP“. / Bapak dan ibunya pun kaget “Kalah kami dengan mahasiswa“. / Hahahaa.

“Saya memang mahasiswa tak berduit,

tapi siapa bilang tak bisa jalan-jalan.”

Bye, balikpapan !

2 thoughts on “Borneo Trip – Balikpapan, Feel like Backpaker!

  1. diffaimajid says:

    wah saya juga ingin jalan2 ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s