Es Pocong, Si seram penangkal gerah dari depok

Berwiken ria, selalu lah nikmat bila dihabiskan dengan kawan tercinta kali ini saya menghabiskannya dengan Yenni dan Hadi. Rencana yang awalnya mulus dan terencana dengan baik untuk mengunjungi masjid kubah mas berubah alur seiring dengan cuaca labil yang dipenuhi dengan hujan.

Akhirnya kita pun mengunjungi pusat perbelanjaan di depok yaitu Detos, yang lebih indoor dan tidak membutuhkan tantangan tersendiri menghadapi langit di jawa bagian barat. Setelah melepas rindu menahun, akhirnya sampailah kita kepada keputusan. Wiken kita kali ini harus ada seru-serunya dikit.

papan mentereng, si penggoda rasa dahaga

Akhirnya dengan sedikit bujukan dari saya (padahal Yenni yang orang depok, mah udah bosen mblusuk sana sini), berkunjunglah kita ke Es Pocong, berawal dari referensi internet dan dehidrasi yang mendera, rupanya solusi kesini merupakan hal yang tepat. dengan naik angkutan umum sekitar 5 menit dari detos, lokasinya pun tak jauh dari stasiun UI, es pocong ini dapat ditempuh. Warungnya cukup kecil dengan papan nama mentereng, dinding warung berdinding merah, dan didalamnya waaaaah seram. Desain intrior yang seperti ini mengingatkan kunjungan saya di Death By Chocolate and Spaghetti di Bogor.

Pocong bertebaran dimana-mana ?!?

Suasana di dalam warung es pocong

Rupanya tak hanya interior nya saja yang seram, menu makanan dan minumannya pun seram pula. Kami memesan es pocong dan Jenglot untuk santapan ringan siang kali ini.

Kami Pocong Kesurupan !

Sembari berfoto ria, es pocong dan jenglot pun datang dan menuntaskan rasa penasaran kami. Rupanya es pocong yang digemari warga depok ini, serupa dengan es pisang ijo di makassar, namun lebih ringan manisnya. Es pocong yang dihidangkan ini merupakan es bubur sumsum dicampur dengan irisan pisang dan sirup frambose.

Es Pocong dan Jenglot

Jenglot yang dari namanya seram, ternyata merupakan kentang kering yang dipotong panjang dengan campuran bumbu dan taburan keju.. Menu lain pun tak kalah seram bin kocak namanya dari Roti Mohawk, Mie Ronggeng, Mendoan Iblis serta Sate mayat hingga kuntilanak, voodoo dan sundel bolong pun ada. beuh.

Nama Menu yang “Seram”

Ada-ada saja memang kuliner di depok mencari sensasi, untung diimbangi dengan rasa yang oke dan es pocong nya sebagai obat anti gerah siang yang ternyata hanya disambut dengan hujan tipis. Di warung Es Pocong ini anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, harganya pas dengan kantong mahasiswa cukup dengan 5.000 rupiah saja sedangkan, untuk sajian jenglot tadi anda cukup mengeluarkan 8.000 rupiah.

menggoyang stasiun UI

Tidak ada pertemuan yang tidak disertai dengan perpisahan, sembari menuju stasiun UI disempatkanlah sedikit foto-foto dengan tingkah yang lupa-umur di Stasiun UI. Saya dan Hadi menuju Bogor dan Yenni menuju manggarai. Happy wiken, pals!

(Annisa P. Pratyasto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s