“Pegawai Bantu” di Gelaran Sea Games XVI

Anda semua masih ingat euforia sea games tanggal 11 november 2011 lalu?? yang dibuka dan ditutup dengan megah di kota palembang. sebagai generasi muda yang budiman rupaya saya diberi kesempatan emas untuk ikut berpartisipasi di acara yang hanya diadakan lima tahun sekali itu.

Tentu saja bukan menjadi atlet, karena sejujurnya kegiatan yang saya cintai sehari-hari sangat jauh dari halnya keolahragaan. Tentu saja bukan urusan meliput kegiatan sea games karena, tentunya saya lebih tertarik ke kegiatan yang berbau kuliner. Disini saya ditunjuk menjadi liaison officer di guest house yang berada di venue equestrian. Setelah melewati berbagai macam rekruitmen, training hingga gladi resik yang penuh ketidakpastian. akhirnya saya bisa bantu-bantu dikit buat urusan negara yang satu ini. yippie!

Loving my country !

Ruang bersantai🙂

Dorm “sementara”

Saya tidak dapat menampik, selain karena kesempatan emas dapat bertemu dengan atlet-atlet di gelaran seag, tawaran bonus untuk dapat menonton pertandingan keolahragaan secara gratis disertai dengan kesempatan meluaskan pergaulan dan upah yang lumayan bagi kocek mahasiswa tidak dapat dihiraukan begitu saja. Saya pun membulatkan tekad bulat untuk ikut di kegiatan ini.

Walaupun saat itu, saya dapat penempatan di daerah cinere, daerah yang awalnya saya kira cukup jauh, ternyata hanya berjarak 1 jam dari dramaga, bogor dengan motor. Saya pun heran, menerima dengan legawa tugas tersebut, padahal kalau disuruh mengulang perjalanan pulang-pergi daerah cinere-bogor saban hari (bahkan bisa dua kali) saya mah ogah. Apalagi keadaan saat itu, benar-benar bejibun tugas yang menanti dari tugas akhir mata kuliah, ujian tengah semester hingga kesiapan saya untuk pergi ke jepang dan tentu saja nikmatnya parahnya urusan penelitian pun jadi terbengkalai.

tugas liaison officer sea games di hotel

Sebenarnya apa sih tugas saya??  Saya disini ditunjuk sebagai liaison officer dengan dua kawan lainnya dibantu oleh enam volunteer lainnya untuk mengurusi segala tetek bengek perhotelan, jadwal tanding, jadwal masuk dan keluar tamu hotel. Di balik kesialan ditempatkan di guest house yang sederhana dibandingkan dengan kawan-kawan yang ada di hotel berbintang-bintang, rupanya kita termasuk kaum beruntung karena, kita hanya megurusi tamu yang jumlahnya tidak sampai dua puluh orang (bandingkan dengan hotel lain yang bisa dihuni oleh ratusan kontingen dari lima negara), serunya lagi kita ditempatkan di daerah yang dekat dengan venue. Sembari menunggu agenda ‘mengejutkan’ dari para tamu, kita juga bisa nonton kegiatan berkuda secara gratis.

Tamu yang nginap di hotel kita (sebut saja “arthayasa guest house”🙂 ) bukan sembarang tamu biasa macam atlet, tapi para dokter kuda yang harus siaga mengawasi kuda yang akan tanding saat event berlangsung. Uniknya, kuda-kuda ini bahkan dapat perhatian yang lebih mewah dibandingkan dengan manusia. Bayangkan saja, biaya menginapnya saja hingga sejuta lebih. alamakjangg!! Dokter yang datang pun bukan hanya dari kalangan asia tenggara saja bahkan ada yang dari australia hingga swedia.

bersama dr. tum, dokter kuda ‘tampan’ dari thai

bersama dokter warwick vale dan ayahnya dari australia 🙂

Tampil menggila dengan pak dokter (manusia)

Ups.. dengan mengantongi id card sebagai LO Sea Games, saya juga tentunya dapat dengan bebas mengikuti pertandingan olahraga yang saya inginkan (dengan tentu saj atidak mengganggu jadwal shift kerja saya) … dan siapa yang tak suka sepak bola. Apalagi lawan tanding saat itu adalah malaysia, negara lawan tanding terberat bagi Indonesia saat ini. Sayang sekali di semi final kemarin, pemain-pemain unggulan sengaja ditahan sehingga saya hanya dapat melihat pertandingan yang lama dan sedikit membosankan.

Merahkan gelora bung karno

menonton bola gretongan di GBK berkat ID

Tendangan sudut yang berhasil ditangkap kamera saya

Selain melihat sepak bola, tentu saja saya juga mendukung atlet berkuda kita yang tampil ciamik di gelaran sea games kemarin. dari kuda serasi, cross country hingga jumping. Saya baru menyadari selain berkuda terkenal sebagai olahraga yang mahal, ternyata melihat event berkuda seperti ini cukup mengasyikkan.

bermain bersama kuda

atlet berkuda indonesia!

Go Indonesia Go !!

Selain keuntungan finansial yang saya sebutkan diatas, tentunya sangat tak terkira keberuntungan moril yang saya dapatkan selama membantu di acara ini. saya punya teman-teman sesama LO dan VO, Nova dari UNJ (si ibu koordinator yang sering adu mulut dengan pengurus GH hahaha), Sylvia dari Univ Trisakti (punya sedikit affair pertemanan dekat dengan bapak supirnya Ferry dari UNAS yang juga VO di tempat kita).. kisah romansa kasak-kusuk ala anak muda macam Fenti dari UNAS dan Fikri dari BINUS, Fini (si mamah dedeh ahli linguis yang jago bikin brownies), hingga Fefa (si bapak yang suka curcol dan enterpreneur) serta Faras (si paling bontot dan doyan banget semua olahraga).

Dan yang paling bikin seru, bapak dan ibu gaul dari dinas kepariwisataan serta dinas kesehatan yang ikut meramaikan drama di arthayasa selama 11 hari lebih yaitu pak Jaswadi, mbak Titin, mas Taufik, serta mas Adit, dll. Belum lagi pak Ali dari Arthayasa semakin menyemarakkan perdramaan selama kita disana dan kuda-kuda cantik sebagai figuran. hahaa

Hidup LO VO SEAG XVI Equestrian !!!

Setelah sebelas hari yang penuh dengan drama dan kelelahan namun super menyenangkan itu, kita semua menutupnya dengan manis, tidak perlu dengan buntelan kado dan penghargaan setumpuk, cukup dengan makan-makan sore di resto siap saji pizza di mall cinere. Senang bertemu dengan kalian kawan-kawan baruku.

Miss you all  :*

2 thoughts on ““Pegawai Bantu” di Gelaran Sea Games XVI

  1. Mbak Icaaaa, bgus ceritanya😀 . . . Jdi kpan kita mw mngumpul lg ni ?😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s