Perkumpulan Peneliti yang tak lagi Remaja

Bermula dari sebuah kompetisi yang tak sengaja, hadi dan sedikit kontribusi kecil dari saya ikuti di suatu penghujung undergraduate saya. Semua cerita ini bermula…

Para peneliti yang tak lagi remaja

Saat itu, hadi dengan inisiatifnya mengajak saya untuk menggubah penelitian yang sebenarnya sudah dilakukan bersama namun, datanya tidak dimasukkan ke tugas akhir kita dikirimkan ke sebuah kompetisi bertajuk “Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia ke 8”. Dari hal sederhana dan waktu yang sangat mepet itu, tiada disangka Hadi dapat masuk ke lima finalis masing-masing bidang dan meraih juara 3 di kompetisi tersebut.

link beritanya (sedang tidak pamer) :

http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2262

http://sains.kompas.com/read/2009/08/11/23002362/Ini.Dia.Pemenang.Peneliti.Muda.Indonesia

http://www.lipi.go.id/www.cgi?cetakberita&1251497927&&2009&1036004497

http://www.ugm.ac.id/koran/files/8641/KR1%2030-08-09%20hal%2023.jpg

Semenjak itu, Hadi pun mengenalkan kawan-kawan tersebut kepada saya dan mengajak saya pada suatu pekan di kota bogor untuk berencana gathering bersama. Sungguh awal yang menyenangkan, kami berkumpul dan menginap bersama di kediaman sementara Deden di sebuah orchid nursery. Yaa, Deden memang bekerja di sebuah tempat perawatan koleksi anggrek di gunung geulis. Tempatnya sungguh indah dan jauh dari keramaian.

Di tempat ini, saya diperkenalkan dengan orang-orang hebat dan inspiratif seperti Deden, Sri (teman deden), Yeni, Nasef, Zulvikar, Zaki (sepupu Zulvikar), Alidi, Warih, kak Yogi dan Angga. Mereka tidak hanya dari kawasana jabodetabek lho. Alidi dan Warih dari Bandung, Nasef dari Jogja bahkan, Zulvikar dan Zaki ngebelain dari Malang dateng ke Kota Bogor untuk menginap bersama kita semua. Salut!!  Namun, zulvikar dan Zaki harus pulang lebih dahulu berhubung ada berita keluarga yang tidak baik datang mendadak. Kita semua maklum dengan keadaan ini.

Senyum Zulvikar dan Zaki sebelum kembali ke Malang

meramu bumbu ikan bakar dan pelengkapnya

makan ikan bakar di satu daun pisang khas sunda euy

orchid nursery place (sstt.. milik ibu JK lho)

Belanja nasi uduk buat sarapan

makan nasi uduk bersama penuh dengan kekhawatiran ketumbuk bola golf

Namun, show must go on.. kumpul-kumpul pun mulai menghangat kembali dengan permainan kecil, makan ikan bakar bareng, bermain ke kebun koleksi anggrek, bahkan paginya kita jalan-jalan makan nasi uduk di ujung lapangan golf (yang tentu saja mengundang para pengawas keamanan menggerebek kita). Namanya juga peneliti “Remaja”. Remaja erat kaitannya dengan kenekatan dan tidak gentar akan namanya halangan untuk menguji eksistensi diri. Hahaha. Yang paling mengharukan, sebelum kita berpisah, agenda sharing impian bersama menjadi hal yang tak dapat saya lupakan. Dalam pembicaraan yang “sangat agak serius” ini kita saling ungkap perjalanan kita setelah kompetisi dan apa impian kita selanjutnya. Dua hari yang berkesan bagi saya mengenal kawan-kawan baru seperti mereka.

Sharing mimpi bersama

Kebiasaan berkumpul ini pun dilanjutkan, tidak hanya di gunung geulis bahkan kita pernah berkumpul di museum merdeka depan PGB bogor hingga ke kebun binatang ragunan. Selalu ada cerita dan pengalaman baru di antara mereka yang tentu saja datang dari latar belakang keilmuan yang berbeda dengan saya. Belum berselang satu tahun berjalan dari pertemuan kita di Gunung Geulis, tiada disangka satu demi satu impian yang kita ungkap bersama pun terwujud, Deden dan Sri akhirnya berhasil melanjutkan studinya di Jepang, Nasef pun berhasil ikut pertukaran pelajar ke negeri paman sam, Warih dan Hadi sukses menjadi eksekutif muda di pekerjaan yang sesuai dengan minatnya seusai lulus kuliah, Angga sukses menjadi pengajar muda di Fak-fak, Yenni sukses keliling negara lain membawa penelitiannya, Kak Yogi sukses dengan proyek-proyek yang menambah pundi rejekinya haha.. Alidi dan Zulvikar pun sukses merambah negeri Jepang melakukan penelitiannya dan saya pun jadi tergerak untuk mewujudkan mimpi kecil saya.

Kami pun eksis di ragunan

Image

Berkumpul di jepang bersama Deden, Yeni, Sri PPRI

 Semua itu mungkin terlihat indah hari ini, tapi tahukah ternyata ada proses terjal untuk mewujudkan impian kecil itu mulai terlaksana. Satu langkah kecil hari ini pun mungkin akan mendapatkan efek berlipat nantinya. Tahun 2012, saat yang tepat untuk menyusun rencana baru. Bagaimana dengan anda? (Annisa Paramita)

One thought on “Perkumpulan Peneliti yang tak lagi Remaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s