Mengunjungi Pesta Buku Jakarta 2011

Sebenarnya, saya lupa mengunjungi blog kecil saya ini. That really so me, selalu membuat sesuatu yang baru dan antusias dalam memulainya, namun entah kapan melanjutkannya.

Kali ini saya akan memulai update blog ini dengan kegiatan yang saya lakukan minggu kemarin, tepatnya tanggal 5 Juli 2011. Ini pertama kalinya saya datang ke perhelatan pesta buku dan mengunjungi GBK dalam rangka hanya bermain saja (bukan untuk menghadiri tes CPNS ataupun semacamnya).

Dimulai dengan perjalanan dari bogor dengan menggunakan commuter line (entah apa yang berbeda dengan KRL selain dari segi biaya, tambahan trayek dan biaya yang semakin menjulang) lantas, sampailah kita di halte bus transjakarta cawang dan dilanjutkan menuju senayan. Pfuihhh… Setelah sampai di tempat, berjalanlah saya dan vivi yang sangat amatir dalam dunia per-senayanan melintasi senayan dengan tujuan satu yaitu Istora senayan. Saya hanya ingat (maklum sebagai penderita short-term memory) istora senayan tepat di dalam GBK a.k.a Gelora Bung Karno. Ternyata berkelilinglah kita menyusuri area GBK dengan ketidakjelasan dan memang tersesat. hehe.

Tiba-tiba aja kita sudah sampai di GBK dengan perayaan kompetisi tinju amatir, dueeenggg.. mau belanja-belanji buku malah disodor tinju.

Gatot kaca  is the New Boxer ! Ciaaaat

ehm..daripada kebingungan tanpa ketidak jelasan, dan sayanya juga malah hepi gak jelas (padahal sudah tau tersesat). Vivi dengan langkah bijaknya bertanya pada tukang kebun GBK dan. Alhamdulillah, ditunjukkanlah kita di jalan yang benar (macam Nabi saja rupanya hihi).

Vivi, teman saya, di depan Gelora Bung Karno

Perjalanan pun dilanjutkan dengan memutar GBK. Voila, sampailah kita di perhelatan pesta buku jakarta 2011. Ternyata, diskon yang digeber oleh beberapa penerbit terkemuka kali ini tidak seheboh namanya. saya belum bisa  berpesta buku sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh hal yang tak lain dan tak bukan yaitu kurangnya kocek saya.

Saya dan Pesta Buku Jakarta 2011

Namun, bukan saya namanya bila tak mencari celah di balik kesempitan, Ada penerbit lain yang mungkin tak seberapa terkenal juga menggeber dagangannya dengan diskon yang cukup terjangkau di dompet saya. Huuray!

Jadilah saya berpesta dengan buku-buku diskonan hasil perburuan saya. Huff. Dimulai dari pukul 1 siang sampai di senayan dan diakhiri pukul 5 sore bertepatan dengan orang pulang kerja.

Hidup jakarta !! Dengan kata lain hadapilah kemacetan dengan suka cita daripada dengan sungut muka dan pikiran penat. Betul, tidak??🙂

Mau lihat buku-buku yang saya beli di PBJ 2011 !!

Hasil perburuan di Pesta Buku Jakarta 2011

Mengapa saya memilih keempat buku tersebut ?

Buku “Cinta Dalam Sepotong Roti”  oelh Fira Basuki , saya pilih karena saya lagi gandrung dengan twit-twit yang dilontarkan oleh Fira Basuki (Baru baca twit nya saja saya sudah memperkirakan akan seguncang apa hati saya saat membaca novelnya). Selain itu, buku ini juga merupakan novel adaptasi dari film garapan Garin Nugroho. em.. kalau yang ini tak perlu lah kita bahas, sutradara kelas kakap dan super jago di kelasnya.

Buku kedua, yang sampul biru, “Las orchestraa… bla-bla” murni saya pilih karena keisengan saya semata dengan alasan utama resensi di bagian belakang buku ini bagus (lumayan lah buat melanjutkan perisauan hati) dan bahasa di dalamnya yang full english (itung-itung belajar skimming.. “emang toefl”)😛

Buku ketiga, “Real Food True Health” ..jelas diperuntukkan bagi makanan buat otak saya, pengimbang segala hal yang imajiner di pikiran dan hati saya. “Buku macam begini, investasi buat masa depan”, lugas ibu saya di saat mengkliping majalah bertema pangan. Honestly, saya dan ibu saya memang bergerak di jalur kepanganan dengan visi “Mempangankan yang bukan pangan” alias rakus.

Buku keempat, “Anatomi Cinta” ..sekilas terpampang dari covernya mungkin saya sudah ditangkap oleh pihak kepolisian pasang foto tidak senonoh di blog saya. Namun, isinya memang sesenonoh covernya, dengan kata lain agak mengacaukan pikiran. Yah, saya mau belajar gila tentang filsafat. Biar saya gak dibilang terbodohi oleh perasaan. Rupanya saya harus belajar dari para ahli filsuf ini, seperti apa itu cinta dan selogis apa sih cinta. Dipikir ulang lagi, pantas ya filsuf  didominasi pria, mungkin untuk menggampangkan hal yang tak gampang menjadi 1+1=2

Begitulah hasil perburuan saya di pesta buku jakarta 2011.

kita lanjutkan di lain kesempatan, ya!  (annisa paramita)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s