Museum anak kolong tangga, bernostalgia dengan permainan masa kecil

Kali ini selintas kilas balik ke perjalanan saya yang telah lalu yaitu ke museum anak Kolong Tangga. Nama museum ini memang unik karena museum ini terletak berada tepat di bawah tangga menuju concert hall Taman Budaya Yogyakarta.

beginilah pintu loket museum anak kolong tangga

Museum ini didedikasikan khusus untuk anak-anak agar tidak lupa dan dapat menelisik kembali permainan masa lampau ayah dan ibunya atau bahkan kakek neneknya. Museum ini memiliki 400 koleksi mainan dari seluruh Indonesia. Museum yang terletak di Yogyakarta ini  diprakarsai oleh Rudy Corens seorang seniman berkebangsaan Belgia yang telah tinggal selama 15 tahun di Yogyakarta yang kala itu memiliki koleksi mainan dan buku-buku cetakan kuno hampir mencapai 700 buah. Selain itu juga bekerjasama dengan Yayasan Dunia Damai pimpinan Poppy Dharsono. Selain koleksi mainan, museum ini juga memiliki perpustakaan museum bernama ‘Burung Biru’ yang berlokasi di sekretariat Kolong Tangga dan terbuka bagi siapa saja terutama anak-anak, dimana setiap dua kali seminggu pada sore hari semua anak bisa datang untuk membaca buku, mendengarkan dongeng ataupun menyaksikan sejumlah film anak.

 

koleksi mainan museum anak kolong tangga

Yang di pajang disana, hampir 90% adalah mainan-mainan tradisional tempo dulu, tetapi juga ada beberapa mainan sekarang, tetapi sebatas bahan referensi atau perbandingan aja, dan jumlahnya hanya beberapa. Selain mainan dan permainan tempo dulu, di Museum Anak Kolong Tangga juga ditampilkan beberapa cerita lama; buku-buku bacaan lama, komik, poster, photo-photo serta umbulan cetakan lama.

 

look like a clown

Museum yang berlokasi di Taman Budaya Yogyakarta ini bisa menjadi alternatif bagi orang tua memperkenalkan anak-anak mereka dengan mainan tradisional. Dinamakan Kolong Tangga karena lokasinya memanfaatkan sisa ruang yang berada di bawah tangga Taman Budaya. Ratusan permainan/mainan tradisional yang sudah terancam punah tertata rapi dalam ruangan berukuran 3 x 12 meter. Karena keterbatasan tempat, ruangan tersebut hanya mampu menampung sekitar separuh jenis mainan/permainan tradisional. “Koleksi kami semuanya 900 lebih,” kata Direktur Teknik Museum Kolong Tangga Indra Gunawan. “Maka dari itu setiap tiga bulan sekali permainan/mainan anak kami rolling (putar) dan diganti dengan jenis lainnya agar semua koleksi bisa ter-display.” Sisanya, Indra menambahkan, diletakkan di sekretariat, di Demangan Kidul, Yogyakarta. Koleksi museum Kolong Tangga yang dipamerkan antara lain congklak (dakon), bentik (sepasang kayu pendek dan agak panjang), sepeda kayu buatan 1969 asal Magelang, ketapel dari akar kayu daerah Timor bagian timur, mainan berupa miniatur seperangkat gamelan berbahan kayu dari Purwokerto, yang dibuat pada 1960, juga berbagai permainan tradisional lainnya.

 

boneka tinggi penyambut di samping tangga. membuktikan benar2 museum di kolong tangga.

Ini merupakan salah satu cara tersendiri agar anak-anak dan remaja jaman sekarang yang cenderung melupakan tradisi dan budaya bangsa sendiri dapat menengok kembali  mainan/permainan tempo dulu dan cerita tempo dulu, banyak anak-anak dan remaja jaman sekarang tidak mengenal dan bahkan tidak tahu sama sekali. Padahal dalam cerita (dongeng, legenda, cerita rakyat) dan mainan/permainan tempo dulu sangat jelas sekali sarat muatan pesan moral  yang dapat dijadikan panutan dalam hidup dan bermasyarakat. Mainan anak tempo dulu juga merupakan media yang tepat untuk belajar, baik materi, proses dan bahkan fungsi dari mainan itu sendiri.

Di museum anak kolong tangga ini juga setiap harinya diadakan kegiatan permainan tradisional yang merangsang minat orang tua serta anaknya agar dapat terampil memainkan permainan jaman kecil yang lebih atraktif daripada sekedar asyik memainkan tuts keyboard semata.

 

masih ingat cerita "jack and the beanstalk" ??

Kalau saya yang masih muda dan (belum) mempunyai anak ini, cukuplah me-refresh kan pikiran dengan melihat permainan masa kecil yang pernah terkecap oleh jaman saya. Layaknya perjalanan ke masa lampau, ruangan penuh dengan sekotak permainan.

Dan untuk mengakhiri, saya berharap generasi “cilik” mendatang tetap merasakan asyiknya permainan tradisional ini dan tak terjebak pada semunya permainan yang berbau digital.

(annisa paramita)

14 thoughts on “Museum anak kolong tangga, bernostalgia dengan permainan masa kecil

  1. aya says:

    Salam kenal, aku juga pernah kesana Cha…asik banget🙂 jadi pengen maen kesana lagi🙂

    • chapuccino says:

      iya, mbak🙂 tempatnya menyenangkan, sayang lahannya kecil

      • redy says:

        ini sudah sangat beruntung bagi kami, memiliki teman yang baik hati, Ibu Diyan Anggraeni (direktur Taman Budaya Yogyakarta, ketika itu). Sebab, sampai sejauh ini, seolah orang-orang Indonesia menutup mata. Berulang kali kami memohon bantuan dan suport secara finansial dari berbagai pihak tetapi tak pernah ada respon?

        btw, makasih artikelnya bagus banget …🙂

      • Annisa Paramita says:

        Terimakasih, Pak Redy atas tanggapannya. Smoga museum anak kolong tangga maju terus🙂

    • redy says:

      koleksi kami sekarang mencapai 7000 buah, terdiri dari mainan, permainan, buku cetakan lama dan foto2.
      Karena keterbatasan tempat, hanya sekitar 500 buah saja yang bisa dipajang, pergantian reguler diadakan sekitar 6 bulan sekali.
      Museum Anak Kolong Tangga BUKAN bekerja sama dengan Yayasan pimpinan Ibu Poppy Dharsono. Tetapi Museum Anak Kolong Tangga dikelola oleh Yayasan Dunia Damai, yang kebetulan ketika itu P Rudi memintanya sebegai presiden. Yayasan itu sendiri, dimotori oleh para relawan… terimakasih

  2. sip sip sip.. thumbs up…

  3. Nat says:

    Hi….boleh tanya2 soal kunjunganmu ke museum ini lebih detail gak? Kalau boleh, boleh minta no telp-nya? Tengkyu ya

  4. Hello! I realize this is somewhat off-topic but I needed to ask.
    Does running a well-established blog like yours take a large amount of work?
    I’m completely new to running a blog however I do write in my journal every day. I’d like to start a blog so I can share my own experience and views online.
    Please let me know if you have any suggestions or
    tips for brand new aspiring blog owners. Appreciate it!

  5. I don’t know whether it’s just me or if everybody else encountering problems with your website.
    It appears as if some of the written text within your
    posts are running off the screen. Can somebody else please
    comment and let me know if this is happening to them too?
    This could be a issue with my browser because I’ve had this happen previously. Cheers

  6. If you are going for most excellent contents like myself, just visit this
    web site every day because it offers feature contents,
    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s