Happy Birthday Surabaya! PART 2 : Parade Budaya dan Pawai Bunga di Tugu Pahlawan

Eits…cerita saya belum selesai mengenai ulang tahun kota Surabaya ke 717. Rangkaian acara HUT Surabaya ke 717 ini memang penuh sekali dengan acara budaya. Esok paginya, hari minggu tanggal 2 Mei 2010, saya berencana menghabiskan minggu sore saya dengan menonton PARADE BUDAYA DAN PAWAI BUNGA HUT SBY KE 717 di Tugu Pahlawan dengan tetangga saya. Eh, tiba tiba tetangga saya membatalkan janji karena ada urusan. Mendadak saya pun gamang, apakah saya akan jadi menonton pawai bunga di Tugu Pahlawan atau tidak jadi saja. Mendadak saya pun jadi tidak bersemangat datang. Dengan kesalnya karena rencana yang sudah disusun matang matang gagal, saya memainkan handphone saya dan mengklik tombol internet. Seperti biasa saya mentwit kejadian hari ini yaitu gagal main. Eh tiba-tiba saya melihat timeline dan ada twit dari Sopi, temen sinematografi Uniar pula. Dari twit nya dia pun sebenarnya ingin menonton pawai bunga jam 2 siang itu. Ada lampu berkedip di otak saya. Wah, ide cemerlang. Kenapa gak ngajak si Sopi janjian bareng aja trus ketemu di tugu pahlawan. Akhirnya dengan ide spontan itu, saya dan sopi lantas bertemu di Tugu Pahlawan yang telah dipadati oleh ribuan manusia dari anak muda hingga yang tua datang dari berbagai penjuru Surabaya.

 

pengendara mobil, pengendara motor dan pejalan kaki tumpah ruah di jalanan

Barisan pawai pun telah berjejer rapi di belakang tugu. Selama perjalanan menuju area tugu pahlawan, saya pun berbarengan dengan segerombolan pemuda hingga bapak bapak berpakaian nyentrik ala kompeni dan pejuang kemerdekaan. Mereka berteriak riuh rendah dengan kelakar ala Suroboyoan. Wah saya penasaran seperti apa pawai bunga ini akan berlangsung. Beberapa menit kemudian, saya bertemu dengan Sopi dan kami berdua pun bingung akan parkir motor dimana, karena saat itu jalanan telah penuh sesak dengan manusia bermotor yang kehabisan tempat parkir. Lantas pikiran saya mengacu pada tukang jual minuman dekat ujung jalan tugu pahlawan. Saya dan Sopi pun lantas menitipkan  motor di tukang jual minuman tersebut. Kita pun mengikuti iring-iringan pawai yang melintas, mulailah tangan saya gatal untuk mengabadikan keriuhan pawai bunga tersebut.

 

barisan parade anak anak...lucu dan atraktif

Sang MC pun memulai pawai tersebut, diawali dengan pawai marching band anak TK yang lucu dan bengal itu. Ada pula anak kecil yang berlagak menyerupai tokoh punakawan dengan wajah penuh contrengan bedak putih. Hehehe. Lantas disusul dengan rombongan gadis kecil berbaju pink membawa bendera. Ada pula barisan dari sponsor seperti bank, hotel hingga kelurahan dan kantor dinas pemerintahan di Surabaya. Barisan pawai yang berbaris pun bermacam-macam ada yang diiringi dengan tarian dan kostum yang disiapkan dengan matang ada pula yang tampil dengan seadanya akan tetapi semua peserta pawai tampak bergembira ikut berpartisipasi di acara ini. Hal ini terpampang jelas dari senyuman mereka. Pawai yang hadir pun membawa replika yang beraneka ragam dari pintu air jagir, masjid cheng ho, tugu pahlawan, gelora bung tomo, candi penataran, bahkan ada yang berupa kendi tempat menyimpan uang, tokoh pejuang madura dengan cluritnya, ayam jago, robot, globe hingga macan. Hahahaa..

 

replika ikon kota surabaya ..

Pertunjukan budaya yang dipamerkan pun beragam dari reog ponorogo, barongsai, kuda lumping hingga tak ketinggalan timpukan perkusi khas madura yang ramai iramanya menghentak kita yang menonton dengan lagu perjuangan Suroboyo.

 

sepeda unik berjejer

 

 

Yang unik dari pawai bunga ini ada iring iringan tukang becak selain itu juga ada iring iringan penjaja jasa tukang monyet yang biasanya menjajakan jasanya di pemukiman penduduk dilanjutkan dengan iring iringan barisan para pencinta sepeda onthel. Barisan sepeda onthel alias sepeda jaman dulu ini yang bikin saya tergelak. Ada ada saja tingkah mereka. Ada yang sok bergaya telpon-telponan di sepeda, ada pula yang bergaya pegang pistol dan berlagak sok kompeni, ada yang sepeda nya dihiasi dengan leak sehingga tampak nyentrik, ada juga yang dihiasi dengan tengkorak dengan modifikasi di seluruh body sepeda sehingga sepeda yang digunakan tampak gothic layaknya penyanyi punk selain itu mereka ada juga yang berdandang layaknya tokoh perwayangan.

 

pawai budaya !!!

 

 

Akhirnya iringan pawai berakhir dan pawai lantas bergerak menuju pemberhentian akhir yaitu di taman surya yang terletak kira kira beberapa kilometer dari tugu pahlawan. Saya dan sopi pun lantas mengakhiri pertemuan kita kali ini dengan melangkah menuju parkiran motor. Huft untunglah motor kita dalam kondisi baik-baik saja. Senang rasanya bisa melihat pawai bunga kali ini. Siapa yang bilang Surabaya di siang hari panas dan tidak seru kalau dibuat keluar rumah. Di Ulang Tahun Surabaya ke 717, pemerintah kota Surabaya mendobrak keyakinan itu. Satu kata buat Surabaya : SERU !

Happy Birthday Surabaya ke 717 (lagi) !!!!!

Semoga Surabaya menjadi kota yang semakin baik dan ramah bagi warganya seperti yang pernah saya baca di surat kabar langganan saya, teori yang dikemukakan oleh ahli perkotaan “Kota yang baik adalah kota dimana sebagian besar warganya menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah dibandingkan di dalam rumah”.

Semoga Surabaya dapat menjadi KOTA YANG BAIK bagi warganya dan tamunya amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s