Happy Birthday Surabaya! PART 1 : Festival Simpang Surabaya

Sabtu pagi itu tanggal 1 Mei 2010, seperti kebiasaan saya di tiap hari libur, setelah merapikan tempat tidur saya bergegas menghampiri tempat koran, Mata saya tertumbuk pada satu iklan event di koran “FESTIVAL SIMPANG SURABAYA” . Saya si maniak event budaya ini lantas mencium bau kemenangan. Asik malam minggu ini sepertinya bakal seru. Kebetulan juga saat itu hape saya berdering dari teman saya di Sinematografi Unair, Udink dengan bunyi sms, “Cha, mau ikut gak ntar malem ke Taman Hapsari nonton festival simpang surabaya?’ . Yippie, akhirnya deal juga, malam nanti saya dan anak sinematografi Unair, janjian ketemu di Taman Hapsari nonton acara Festival simpang surabaya.

 

banner yang menyambut saya memasuki area festival simpang

Jam 7 malam sesuai janji, saya telah sampai di taman hapsari dengan mengendarai motor kesayangan saya. Ternyata anak-anak sinema Unair belum datang, saya pun lantas menggelandang sendiri mengunjungi stan demi stan makanan tradisional di sana. Berasa anak hilang di kerumunan orang yang datang malam itu. Akan tetapi, saya tidak merasa sendiri karena, saya melihat indahnya Surabaya di kala malam di taman itu terlepas dari rasa macet di seberang jalan tentunya. Saya pun mengambil posisi di dudukan aspal sambil menikmati suguhan pentas panggung malam itu. Saat saya datang, band 80’an yang digawangi bapak (seumuran bapak saya) sedang menyuguhkan musiknya. Saya pun menyimak dengan seksama dan sejenak terhempas ke masa bapak dan ibu saya muda dulu. Tidak beberapa lama si MC pun datang dan mengakhiri pertunjukan band 80’an  tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan pentas tari tradisional (maaf, saya lupa apa namanya tarian yan disuguhkan kala itu).

 

ini nih tari tarian yang saya lupa apa namanya! hehehe

Setelah adegan tari menari itu kelar, sang MC pun mendatangi para pengunjung festival kala itu dan bertanya kepada para pengunjung mengenai kesan – kesan mengenai kota Surabaya. Dari cerita mereka (yang kebetulan sudah berumur), saya pun lantas mengambil kesimpulan ternyata Taman Hapsari ini adalah area kongkow anak muda Surabaya sedari jaman mereka muda (mungkin sekitar 1970-1980) hingga sekarang (tapi sekarang agak ke belakang taman hapsari yaitu Mc’D Basra hehehe).

Menu acara klimaks Festival Simpang Surabaya yang saya nantikan pun tiba (walaupun saya masih sendiri saat itu) yaitu jreng jreng…… pentas perkusi madura yang dibawah bendera “Tong Setan”.

 

perkusi ala madura mulai ditabuh ..

Pung ketimpang ketimpung pun mulai terdengar saat para pemain menabuh gendangnya beserta serangkaian alat musik etnik. Para penonton yang semula “kalem” duduk dengan nyaman di dudukan aspal lantas bergerak berdiri mendekati arah bunyi. Kita semua terkesima mendengarkan alunan rancak dari bunyi gendang yang ditabuh beserta bunyi kemerincing logam yang ditimpa sang pemain. Selain itu sang konduktor “Tong Setan” pun sangat atraktif diiringi sang MC mereak mulai mengajak para penonton unjuk goyang tampil saat itu.

 

para penonton yang asyik bergoyang...hot hot...^^

Wah Surabaya mendadak panas diiringi goyangan para warga Surabaya di Taman hapsari saat itu. Perkusi ala madura itu memainkan aransemen lagu Ole Olang (lagu khas madura), Surabaya dan Rek, ayo rek. Setiap lagu yang dimainkan selalu diiringi dengan koor mendadak para penonton. Ehmm.. biarpun fals saya pun dengan lantang menyanyikan lagu kebanggaan arek Suroboyo itu. Hehehe.

Setelah pertunjukan tong setan selesai, para penonton pun bergegas kembali ke tempat semula. Tapi tanpa disangka sangka dari arah panggung, saya melihat Balawan. Aaaaaaa… dengan histeris saya pun bergegas melesat ke bibir panggung dan menikmati sajian apik dari idola saya Balawan. Pertama kali, Balawan menyanyikan lagu andalannya yaitu “Semua Bisa Bilang” lantas dia mulai mempertunjukkan kehandalannya dalam memainkan senar gitarnya. Memang si gitaris seribu jari ini paling handal bikin penontonnya termasuk saya melongo terkagum kagum melihat permainan musiknya. Setelah itu, Balawan menyanyikan “Arti hadirmu” dengan melodi yang lembut dan manis. Memang dasar saya banci nyanyi dan sok eksis, setiap lagu yang didendangkan oleh Balawan pun saya ikuti hingga titik koma. Hehehe. Saya pun mulai tidak menyadari bahwa saya menonton pertunjukan tadi itu sendirian, sedangkan anak sinema Unair belum datang menghampiri saya.

 

Balawan sedang berasyik masyuk dengan gitarnya ..

Setelah pertunjukan Balawan selesai, acara pun dianjutkan dengan tari kencak. Saat tari kencak mulai tampil, anggota sinema unair pun mulai datang menghampiri saya. Tari kencak ini ditarikan dengan begitu apiknya oleh beberapa gadis remaja dengan lambaian kipas mereka melakukan gerakan demi gerakan tarian.

 

tari kencak

Acara pun dilanjutkan dengan pertunjukan Solikin and Friends. Solikin and friends juga merupakan salahsatu daya tarik sendiri dari festival kali ini karena, grup musik ini mempertunjukkan sesuatu yang tak lazim yaitu alat musik yang digunakan beraneka ragam dari klompen, seruling, keyboard, gendang, hingga balok kayu. Ckckkckck…. Semua itu mereka ramu menjadi sajian yang cukup indah menjelang akhir festival.

 

sajian musik dari solikin and friends yang unik ..

Festival Simpang Surabaya ini pun diakhiri dengan tabuhan perkusi ala madura “Tong Setan” kembali dengan lagu yang sama. Saya pun ikut bernyanyi lagi hehe. Akan tetapi kali ini, anak sinema Unair yang belum sempat melihat pertunjukan dari awal yang tampak lebih antusias daripada saya.

 

nyuri poto di depan tong madura ..

Setelah pertunjukan budaya kelar, saya dan teman teman sinematografi Unair pun asyik bernarsis ria di pelataran Taman Hapsari. Berpose dengan berbagai macam gaya di pelataran taman diiringi dinding poster bertajuk Art, Music dan Culinary.

 

saya dan teman-teman sinematografi unair berpose

Ehmm.. surabaya di kala malam minggu pun semakin riuh dengan tawa ceria kita. Kami pun menghabiskan malam disertai iringan jepretan sang kamera. Malam pun semakin gelap. Saatnya pulang dan mengadukan badan ke pulau kapuk.

Selamat tinggal Taman Hapsari. Happy Birthday Surabaya ke 717!!!

hidup art, music, and culinary dan tentu saja hidup Surabaya…..!!!!

 

Hidup Art, Music and Culinary ...!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s